Live me Indonesian cutie diatas kursi

Aku segera datang kembali ke rumah Sherly. Wanita itu sudah menungguku di ruang tamu dengan secangkir teh hangat di atas meja. Pahanya yang montok terpampang indah di atas sofa.
“Wah.. Ternyata mandi di rumah ya? Padahal saya sudah siapkan air hangat”. “Terima kasih, Mbak Sherly baik sekali”.
Wanita itu berjalan menutup pintu rumah, dari belakang aku memandang kemontokan pantatnya yang besar dan padat. Kebesaran pantat itu tak mampu dibendung oleh celana dalam orange itu, sehingga memperlihatkan belahannya yang merangsang. Seperti tak sadar aku menghampiri Sherly, lalu dengan nakal kedua tanganku mencengkeram pantatnya, dan meremasnya.
“Uhh..”, Sherly agak kaget dan menggelinjang. “Maaf”, kataku. “Tidak apa-apa Mas, justru.. Enak”, kata Sherly seraya tersenyum nakal memandangku. Senyum itu membuat bibir sensualnya seakan mengundangku untuk melumatnya. “Crup..!”, aku segera menciumnya, Sherly membalasnya dengan nafsu.
Aku tak tahu sudah berapa lama bibir itu tak merasakan ciuman laki-laki, yang jelas ciuman Sherly sangat panas dan mahir. Berkali-kali wanita itu nyaris menggigit bibirku, lidahnya yang basah meliuk-liuk dalam rongga mulutku. Aku semakin bernafsu, tanganku menjalar di sekujur tubuhnya, berhenti di kemontokan pantatnya dan kemudian meremas-remas penuh birahi.
“Ohh.. Ergh…..masssss”, lenguh Sherly di sela-sela ciuman panasnya.
Dengan beberapa gerakan, Sherly meloloskan gaun tidurnya hingga terjatuh di lantai. Kini wanita itu hanya mengenakan Bra dan CD yang berwarna orange dan transparan itu. Aku terpaku sejenak mengagumi keindahan pemandangan tubuh Sherly.
“Wowww.. Kamu.. Benar-benar seksi Mbak”, pujiku ,”Buah dada Mbak besar sekali” “Hi-hi-hi.. Punya Sari kecil ya? Paling 34 A, iya kan? Nah coba tebak ukuran saya?”, tanyanya seraya memegang kedua buah melon di dadanya itu. “36 B”, jawabku. “Salah” “36 C”. “Masih salah, sudah lihat aja nih…..”, Sherly membuka pengait Bra-nya, sehingga kedua buah montok itu serasa ha...