Indian aunty fucked outdoors di kamar mandi

Nonton vidio bokep “Saya terlalu malas untuk memindahkan baskom ini ke toilet di atas. Jadi sebaiknya kamu habiskan isinya, Catherine,” perintah sang Nyonya. Aku merasa enggan untuk meminum urinku sendiri, namun Nyonya menempelkan mulut baskom itu ke bibirku, sehingga isinya mulai mengalir membasahi mulut dan daguku. Kemudian Nyonya menekan pipiku dan memaksaku untuk membuka mulut. Karena takut akan hukuman lebih lanjut, aku akhirnya rela membuka mulutnya. Dengan penuh rasa jijik dan sambil menahan nafas, aku menegak air kencingku sendiri yang mengalir dari baskom itu ke kerongkonganku. Air kencing itu sampai luber keluar dari mulutku yang mungil, mengalir menuju dagu, kemudian membasahi lantai. Setelah setengah baskom itu habis kutenggak, Nyonya menarik baskom itu dari mulutku, lalu menuangkan sisanya ke atas kepalaku. Rambutku basah oleh cairan berbau pesing itu, demikian juga dengan sekujur muka dan sebagian badanku. Aku merasakan jijik yang teramat sangat, belum pernah terpikir sebelumnya bahwa aku akan dimandikan dengan air kencingku sendiri. Melihat ekspresiku, sang Nyonya tertawa kesenangan karena telah berhasil menyalurkan hasratnya yang selama ini hanya ia fantasikan dalam benaknya.
Seolah tidak puas menyiksa budaknya, Nyonya kemudian mengambil kembali cambuknya, lalu mengelus-elus punggung dan pantatku.
“Sayang nih, bagian belakang kamu masih bersih. Saya warnai merah ya,” ujar Nyonya.
Beliau kemudian berdiri menjauh dari tubuhku, lalu mengayunkan cambuknya ke punggungku yang agak basah karena terkena air kencing tadi
“Aaaaaakhhh sudah Nyonya, hentikan,” ucapku dengan pelan, lelah akan perlakuan kejam yang kuterima selama hari itu.
Tentu saja Nyonya belum puas sebelum punggung, pantat, dan pahaku dihiasi oleh garis-garis merah yang menandakan kesakitan bagiku, namun melambangkan kemenangan bagi Nyonya. Cambukan demi cambukan mendarat di bagian belakang tubuhku. Jeritanku yang terdengar menyayat hari terus terdengar dari...