Vidio seks Japanese Wife Get a Naughty Massage di atas meja

Nonton video bokep full Lamunanku buyar saat pintu basement itu dibuka dengan keras oleh Tuan & Nyonya. Saat itu masih pagi sekali, tanggal 14 Februari. Tepat satu tahun semenjak aku meninggalkan kehidupan lamaku.
“Selamat hari Valentine, cantik,” ujar Tuan, dengan nada yang memuakkan seperti biasanya. Ia membawa sebuah kardus yang diikat dengan pita, layaknya sebuah kado. Aku segera membuka “kado” itu setelah diperintahkan. Ternyata isinya adalah lilin-lilin besar berwarna merah, dengan diameter sekitar 5 cm. Seolah tahu bahwa aku akan segera menghindar, Tuan & Nyonya cepat-cepat meraih tangan dan kakiku, lalu mengikatnya ke empat sudut ranjang besi tempatku duduk. Kini tubuhku terentang menyerupai huruf X, posisi yang sangat ideal untuk dianiaya. Tidak lupa mereka memeloroti celana dalamku yang lusuh itu.
“Kamu tahu kan kalau Valentine identik dengan lilin?” ujar Tuan sambil menyalakan salah satu lilin itu dengan korek, lalu menunggu beberapa saat sampai lilin itu mulai cair. Mengetahui bahwa usahaku untuk bangun akan sia-sia, aku hanya menarik nafas panjang, bersiap untuk kembali disakiti, seperti yang sudah-sudah.
“Aaaaakkhhh panasss!” teriakku saat tetesan lilin pertama jatuh tepat di atas puting susuku yang sebelah kanan. Dilanjutkan dengan beberapa tetes di puting susu sebelah kiri, kali ini dari tangan Nyonya. Aku hanya dapat menggeliat-geliat seperti cacing (yang memang) kepanasan untuk menahan rasa sakit itu. Rasa sakitnya semakin parah saat lilin itu menetes di bekas-bekas luka cambukan dan pukulan sebelumnya. Namun...