Nonton สาวไร้เดียงสา ขาวใส น่ารักมาก ให้แฟนอัดกล้องถ่ายคลิป di Taman

“He-eh .. Jibran .. kau tahu aku sangat menyukainya sayang .. semburan hangatmu yang mmpphhh ..”, bisiknya lembut penuh gairah.
Selama kurang lebih 3 menit aku kembali menggoyang pinggul turun naik menyetubuhinya. Dinding memeknya yang hangat dan lembut seakan meremat-remat hebat pertanda Mbak Risma akan segera orgasme kembali.
“Jibran ..aaahhhh ..Jibran ..duh gusti .. aku mau keluar lagi .. oogghhhhh .. oohhhhhh ja ..jangan terlalu cepat sayang .. a..a ..aku.. oowwhhh ..owwhhh ..uuwwhhhh ..”, pekiknya kuat menahan rasa nikmat. ” Keluarkanlah Risma .. yaahh .. aku ingin merasakan semburanmu ..mmmpphhhhhh..” “Ji..Jibran .. sekaraang ..sekarang .. aakkhh .. oowwhgk “, teriaknya tertahan.
Secepat kilat kucabut batang kemaluanku dari jepitan dinding memeknya yang rapat lalu kugeser tubuhku kebawah sehingga mukaku kini persis berada diatas selangkangannya. Jemari tangan kananku secepat kilat meraih dan memlintir daging clitorisnya. Dan .. Surrrrrr.. Kembali Mbak Risma memuntahkan keluar cairan orgasmenya yang bening. Begitu kuat semprotannya hingga sebagian besar sampai mengenai dan menyiram mukaku. dengan cepat muluntuku menangkap cairan kenikmatannya dan langsung kutelan nikmat. Terasa hangat dan encer. Mmm .. tiada yang lebih nikmat dan indah kecuali merasakan seutuhnya air surgawinya. Kerongkonganku yang tadinya agak kering kini sedikit terasa lebih segar dan basah. Kukecup dan kukulum gemas pentil daging clitorisnya yang kemerahan. Sementara ujung lidahku menggapai masuk kedalam lubang kemaluannya sembari menyedot sisa-sisa cairan orgasmenya yang masih merembes keluar.
Kali ini Mbak Risma benar-benar lemas tak berdaya. Napasnya sema...